Skip to content

Permias Hawaii Kecam Perampokan Mahasiswa Indonesia

Oktober 30, 2007

PERAMPOKAN yang menimpa mahasiswa Indonesia di Australia, Andi Syafrani (28) ternyata mendapatkan perhatian banyak pihak. Persatuan Mahasiswa Indonesia di Amerika Serikat (Permias) Hawaii pun angkat bicara atas naas yang dialami mahasiswa S2 Business Law di Victoria University itu. Ketua Permias Hawaii Teguh Santosa kepada myRMnews melalui pesan elektronik, Selasa (30/10), menyampaikan keprihatinannya. Menurutnya, kejadian tersebut memperlihatkan betapa lemah perlindungan pemerintah Australia terhadap mahasiswa asing yang tengah menuntut ilmu di negara tersebut.

Untuk itu, Teguh meminta agar pihak keamanan Australia mengusut tuntas perampokan yang menggunakan aksi kekerasan ini. Ia khawatir bila tak ditanggapi secara serius kasus ini dapat merembet ke persoalan lain yang memperkeruh hubungan kedua negara.

Teguh juga meminta pemerintah Indonesia memberikan bantuan hukum kepada Andi. “KBRI harus mendampingi Andi dalam pengusutan kasus tersebut dan memberikan perlindungan padanya,” tegas Teguh.

Selain itu dia juga meminta agar pemerintah Australia tak hanya mengusut tuntas kasus ini. Persoalan biaya rumah sakit pun perlu dipikirkan. “Pemerintah Australia mestinya membebaskan biaya perawatan Andi di rumah sakit.”

Teguh yang saat ini tengah mengikuti program pasca sarjana di Political Science Department of University of Hawaii at Manoa (UHM) juga berbagi cerita tentang cara yang digunakan kampus UHM dan pemerintah Hawaii untuk memberi perlindungan kepada mahasiswa, terutama mahasiswa asing.

Menurut penerima beasiswa International Fellowship Program (IFP) Ford Foundation itu, di Hawaii, pihak keamanan kampus University of Hawaii selalu proaktif mengirimkan peringatan kepada para mahasiswa melalui jaringan e-mail mengenai kejadian-kejadian yang mengarah kepada kekerasaan terhadap mahasiswa.

“Informasi seperti ini membuat mahasiswa lebih awas dan waspada setiap kali berada di sekitar kampus maupun di luar kampus,” ucap Teguh.

Ia mencontohkan kejadian baru-baru ini. Seorang mahasiswi melaporkan bahwa dirinya diganggu oleh seseorang yang sedang mengendarai mobil. “Laporannya ini langsung disampaikan pihak keamanan kepada semua mahasiswa. Dan pihak keamanan pun juga menyebutkan ciri-ciri pelaku. Peringatan seperti ini membuat mahasiswa jadi ekstra hati-hati.”

Atau, sambungnya, pekan lalu Hawaii Police Department menyampaikan ancaman penembakan 30 mahasiswa University of Hawaii yang disampaikan seorang laki-laki tak dikenal. Polisi segera merilis ancaman itu dan berpatroli sepanjang hari untuk menemukan sang pengancam. Begitu juga pihak Rektorat meminta agar semua mahasiswa waspada namun tidak panik.

“Dan keesokan harinya, kata polisi, sudah tertangkap si tersangka.”

Kejahatan, menurut Teguh, memang dapat terjadi di mana saja dan kapan saja. Namun kalau pemerintah Australia proaktif memberikan peringatan seperti itu, mahasiswa, terutama mahasiswa asing, bisa memahami ancaman kekerasan yang potensial mereka hadapi. myRMnews

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: